ADa de..... kasi taw ga yaaaaaa???

Wednesday, May 27, 2009

And the pig sneezes...

sebenernya ga perlu peramal tenar berinisial ML ato para pembaca2 mental laennya untuk memprediksi kalo singapur bakal kena flu babi ini since negeri ini emang udah jadi pusat perdagangan dan pariwisata mancanegara. Sangat kondusif untuk virus2 seperti H1N1 untuk berkembang biak, melanjutkan pendidikan, mencari pasangan hidup, dan kemudian menutup mata dengan damai aman sentosa... lah kok iso? wong Singapore is the hub of everything what? (gila ni bahasa jawa dicampur singlish jadi ngaco abis berantakan tralalabumbum). Apa saja tersedia untuk siapa saja!! Sekolah, rumah sakit, transportasi, akomodasi, tukang cukur (ehm okeh ga semua bagian badan bisa dicukur, but at least fair enough), bebi-siter, tukang mandiin anak keliling. semua tersedia di sini dengan kualitas MAK-NYUSHH! Yang ga ada? So far ada 2 hal yang belom gw temuin di sini: buah duku dan dukun beranak, serta gorengan yang digoreng pake plastik ;p

Anyway, cakwey dilindes busway di depan salon maymay, kasus pertama sang H1N1 ini menimpa seorang mahasiswi dari Singapore Management University (SMU). Hummm keknya duluuuu banget gw pernah denger yah tu kata2 SMU. Somehow, somewhere, the words twitch something out of my head. HELL YEAH!! That is my campus!!
Yang lebi ngeri lagi, siswi malang itu (bukan siswi asal malang, tapi siswi yang kurang beruntung walaupun tangan kakinya ga buntung), kabarnya berusia 22 taun dan baru pulang dari Niu Yok. Pikiran gw tak laen tak bukan langsung jatuh pada sosok yang selama 2 taun ini dengan beruntungnya menjadi housemate Aldian salim yang sangat ganteng dan budiman...

JENG JENG!!



Maap yah buat yang ga bisa liat fotonya, buat yang bisa, maap ga ada foto yang lebih formal.
Nama: Caroline xxxxxxx (disamarkan demi melindungi pihak terkait)
Julukan: Bu pres
Usia: 22 taun – 6 bulanan lah
Etnis: Tiong Hoa
Jenis kelamin: cewe, tapi masi demen sama mobil dan gundam
Hobi: menyapu lantai terus dikotorin lagi
Status: single (makan BK juga yang single)
Minuman favorit: prune juice (anjrit ini koq jadi details2 buat para pencari jodoh y?)
Last spotted location: salah satu toko hot dog di niu yok

BU PRESS!!! Apakah anda baik2 sajaaa??!?!?!? Cepat Pulang!!! Dunia di luar sana terlalu kejam buat bu press!!! Kembalilah untuk memerintah lagii! Sudah cukup banyak rakyat sengsara karena bu pres pergi! Bu press!! Dimana suara hati anda?? DIMANAAA!!???!? (lah koq jadi emosi)

Gw bisa bayangin reaksi bu pres ntar pas ketemu gw. Dia bakal masang tampang seolah dunia ini penuh dengan warna sambil mengucapkan 3 kata yang sangat bermakna dan sulit untuk dicerna: “HOMO LO SUG!”

Wednesday, April 15, 2009

apakah anda lebih kaya dari tukang gorengan?

Ada satu hal yang sangat unik dari orang singapur: mereka punya persepsi kalo orang2 indonesia tuh kaya2. Jenggg… untuk membantu menjelaskan gw akan ceritakan sedikit pengalaman gw:

Jadi waktu itu, kira2 2 tahun yang lalu lah kurang lebih, saat2 dimana pertama2 masuk kuliah di SMU, gw tu bak anak yang polos, lucu, lincah, yang kalo dikasi permen sugus aja seneng. Dan waktu itu, demi bersosialisasi, gw ikut 1 acara orientasinya SMU yang namanya freshmen team building camp. Gila kan dari namanya aja udah keliatan betapa complicatednya dunia di SMU nanti, begitu suara hati si aldian yang lugu dan polos.

Nah jadi di acara ini, kita semua dikelompokkan menurut letak tompel kita. Yang punya tompelnya di puser dikelompokin satu2, pantat dikumpulin satu2, yang tompelnya di jidat, dikumpulin jadi satu juga, lalu semuanya dikelitikin sampe pingsan dan dijual jadi buruh pabrik…

Okeh itu ngelindur, yang pasti kita dikelompokin dengan variasi setinggi mungkin. Maksudnya biasanya 1 kelompok tuh bener2 orang dari background yang berbeda2, ada yang dari singapur, ada yang international student, jumlah cowo dan cewe yang seimbang, yah pokkoknya diusahakan agar 1 team itu isinya bervariasi. Dan memang menurut salah satu leadership theory, team dengan variasi yang tinggi cenderung punya advantage yang tinggi juga.

Yah pokoknya waktu kenal2an gitu, gw berkenalan dengan salah satu anak singapur yang lumayan manis, mungkin abis lulur ato mandi susu kental manis gitu (duh jadi kangen Frisian flag), nah supaya blog gw ga di-ban dan ntar gw dicariin papinya, mari kita samarkan ni anak dengan “sinis” (singapur manis). Anyway, setelah bercingcong babe sama dia, akhirnya dia tau kalo gw orang Indonesia dan dia tanya: Are you rich? buset ini bener2 pertanyaan paling tough yang harus gw jawab sepanjang dinasti gw di dunia.

Dan gw pun jawab dengan 4 kata paling mujarab sepanjang peradaban manusia: Mana gw tauk monyong….

Dan ini bukan yang pertama dan terakhir yang gw alami.

Satu lagi tuh sama salah satu project mate gw di SMU. ga ada angin ga ada topan dan ga ada kentut, setelah doi tau gw orang Indoensia, jiwanya langsung dipenuhi rasa kagum dan takjub.

“Whooaaa!! You are from Indonesia, must be damn rich right?”
(terjemahan: Gille, lu dari Indo? Pasti kaya banget!!)
Tapi kalo diterjemanih per kata tanpa jargon jadi lucu aja:

(terjemahan: Anjrit kutungbaba!!! Lu dari Indonesia men! Lu harus dikutuk jadi kaya betul men!)

Terus gw jawab:
Wehee! Tengkyu2. Can you damn me also to be electrified by Britney spears
(terjemahan: tengkyu jek! Lu bisa kutuk gw supaya disamber Britney spears.
P.S: (gw ga tawu bahasa inggrisnya disamber, makanya electrified ajah)

Paradigma tentang orang Indonesia itu orang kaya emang udah menjalar dimana2 di singapur. Ini disebabkan karena mereka punya generalisasi kalo orang Indo yang ada di Singapur itu cukup representative. Jelas aja orang Indo yang bisa sekolahin anaknya di Singapur itu tergolong yang cukup berada, walaupun faktanya singapur adalah salah satu tempat paling murah dan berkualitas soal pendidikan. Nyatanya, Indonesia tidak seindah itu sih soal kemiskinan. Well, soal ini, gw lebih berpikir ke arah objektifnya ajah: toh duit adalah masalah semua orang, ntah dia miskin ataupun kaya.

Di suatu sore yang damai, gw pun iseng2 research tentang apa sih arti dari kemiskinan. Yang menarik dari sini adalah cara measure kemiskinan. Menurut Wikipedia: An example of an absolute measurement would be the percentage of the population eating less food than is required to sustain the human body (approximately 2000-2500 calories per day for an adult male).

Menurut gw, ini jelas aja ngaco, banyak temen2 gw yang conscious banget terhadap makanan (termasuk orang singapur loh) apakah mereka bisa dikategorikan miskin? Tentu tidak, kan saya sudah makan kombantrin.

Kalau kita membalikkan semuanya: korelasi jumlah kalori sebagai penimbang kekayaan seseorang:

Terus gimana dengan housemate gw, si Marthin? Konon katanya dia bisa makan seember sayur asem dan se tanki nasi. Selaen itu pemegang gelar buffet sushi paling sadis di kalangan anak Indo di SMU. per hari mungkin dia bisa menghabiskan 13.453 kalori di dunia. tanpa sadar selama ini gw berkawan dengan salah satu juragan besar dunia.

Satu yang jelas: kalo measurementnya begini, yang paling kaya di dunia itu TUKAN GORENGAN yang dagangannya ga laku. Bayangin gimana mereka bisa gila makan dagangan mereka yang ga laku, dengan catatan 1 potong gorengan berminyak itu kira2 400 kalori.

Emang dunia udah gila

Monday, January 05, 2009

this is monday morning

Saturday, January 03, 2009

singapore singapore singapore

Gila! time flies, and I find myself, in this room, my own room, still the same room except finally, my mother decided to buy an air-con and ended the 20-years-sleeping-with-electric-fan tantrum, waiting and so called "enjoying" the very last hours of my holiday in Indonesia.

seumur idup gw ga pernah segininya gw tidak termotivasi untuk balik ke negri singa. I remembered the first time I went there for university, gw mengalami keantusiasmean yang amat sangat mencekam jiwa dan raga. liat aja beberapa postingan blog yang gw buat selama awal2 kekaisaran gw di singapur dimulai. betapa gw girangnya ngeliat dhoby ghaut mrt station yang eskalatornya kemane2 juntrungannya, dulu gw bilang di postingan: "sing uedan ni singapur. piye, mrt stesen aja kek di tipi2, apa tu pilemnya? star wors ye"

months after, the dhoby ghaut station has habituated in my mind and what's in my head is: "mencret, kok pemandangannya gini terus ye"

kisah petualangan gw di singapur emang saat ini tengah mengalami rasa asem2nya (ibaratnya ketek si coti dikasi cuka apel lagi, asemnya bisa mikin merem melek sampe kena katarak dah) dan ini dikarenakan banyak faktor.

nampaknya GPA atau yang namanya Indeks prestasi, adalah salah satu faktor keaseman ini disanding some other factors like CCA (extrakulikuler) activities. Persis taun lalu, gw pulang dari singapur ibaratnya dengan baju compang camping, muka lusuh, dakian, kolor berantakan, persis seperti gembel yang baru dijorokin ke jurang (ya matilah tu gembel)

but i bring one most important thing: HOPE

percaya atau tidak, I believe that Hope defines humanity. percaya atau tidak, di saat2 dimana misalnya kita ditempatkan pada sesuatu yang sulit dan dimana ketidakmungkinan lepas dari kesulitan itu sangat besar, kita masih aja tetep punya budaya "ngarep". and sometimes i think it marks the beginning of our day and become the epilogues of it.

dan terjadi di semua situasi: di saat kita mau masuk universitas: ngarep2 bisa masuk smu. saat lagi kasmaran: ngarep tu cewe akhirnya nyantol, saat sembelit dan susah berak, beraharap mukjijat terjadi dan tiba2 aja AMBROL dan tugas suci itu selesai, saat gebetan lu mergokin lu lagi ML (mencret lari (ada juga kawin lari)) berharap lu bisa menjelaskan ke gebetan dengan semeyakinkan mungkin: "sayang, sekarang ini emang lagi mode mencret sambil lari2 di kampus, ah kamu ga gaul deh" (ini gebetan apa istri??)

I look at the starless sky thru the window. and this reminds me when I saw a shooting star once there in serangoon, singapore. situasinya saat itu sama percis, di saat gw kehilangan motivasi and looking at that shooting star really heals.

sambil senyum2 sekarang gw mikir: ternyata memori juga bisa menyembuhkan

Friday, December 19, 2008

pisang dan pisang... oh pisang lagi

gak ada angin, ga ada kentut, gw dengan dramatis menemukan suatu anomali yang amat sangat di kala gw balik indo kali ini.

BERKALI2 GW DISUGUHI PISANG SECARA NONSTOP DAN TIDAK BERPRIKEPISANGAN OLEH BONYOK GW!!

entah mengapa akhir2 ini merkea dengan sengaja ataupun tidak, beli pisang dalam jumlah yang heboh dan tiap hari ingetin gw untuk makan pisang. well, gw bukannya benci sama pisang. gw sih suka, tapi menurut gw, bonyok gw udah melampaui batas kenormalan terhadal konsumsi pisang di rumah aja menurut gw. misalnya, pas gw lagi asik2 nonton serial sinetron (yang ga jelas dan ga ada abisnya itu), tiba2 nyokie dateng dengan sekeranjang pisang dan dengan cengar cengir berkata: makan pisang yuk al!

beberapa jam kemudian, kali ini gw lagi main sama boneka tweety gw (ketauan deh kalo gw suka maen boneka), nyokie dateng lagi dengan pisang yang udah dipotek (dipatahkan sampai ke ujung2 saraf si pisang dengan sangat tidak berprikepisangan)terus dengan cengengesan yang sama dia bilang: "al! mama ga abis nih makan pisangnya, tiba2 kenyang, buat kamu aja" gw, yang merupakan anak baik yang tidak suka buang-buang makanan akhirnya memetabolismekan pisang itu menjadi feses.

gag lama, setelah makan malem, bokap (baca: fruit freak di keluarga gw) bakal dengan berapi2 mengatur strategi agar gw makan pisang: "Al, pisangnya udah mulai benyek tuh, keknya mau busuk, makan gih barang satu dua biji"

malem2 pas gw lagi nulis blog ini pun, ga ada angin ga ada bulu ketek bertebangan, tiba2 perut gw keroncongan (padahal kata markon lebih seru dangdutan). gw, dengan dimodali tombak, ketapel, anak panah, dan semangat 45 akhirnya pergi berburu mencari makan di meja makan. dan yang gw temukan adalah horor: benda warna kuning, berbaju kuning juga, kalo banyak bentuknya kayak sisir, kalo satu doang bentuknya kayak titit.

OH NO!!! tampaknya ada sesuatu yang tidaklah beres!! pikiran2 negatif pun mulai berlomba-lomba muncul ke kepala gw. gw bermimpi bonyok gw sedang manggil gw.

BONYOK: Al... sini deh, papa mama mau ngomong sesuatu yang penting banget

aldian yang keracunan pisang (mulai sekarang disingkat Alyacuang): (lagi tidur2an mikirin ladya cherryl) "apa si ma? males ah"

BONYOK: eh ini penting loh buat masa depan kamu! masa depan kita nak!!

alyacuang: (sambil ogah, layaknya disuru ngepel lantai lagi) iya deh, apaan si ma?

BONYOK: sayang, kabar ini mungkin bakal bikin kamu shock

alyacuang: eh emang ada apaan ma (mulai cemas)

BONYOK: kamu ini... kamu ini (dengan terbata2)

alyacuang: ya? (berusaha memancing, bukan! bukan maenin alat kencing)

BONYOK: Sayang, kamu itu sbenernya ga punya titit...

alyacuang: hah? apa? ada koq yeee (sambil mamer)

BONYOK: (dengan nada yang benar-benar iba) iya sayang, mama tau, waktu kecil itu papa yang tempel di selangkangan pake semen gresik

alyacuang: ah becanda kali (tapi keringet dingin mulai netes)

BONYOK: bener aldian!! kamu harus menerima kenyataan ini walau pahit nak! kamu ga punya titit! GA PUNYA TITIT!!! (tangisan mulai di sini), gw nangis dan meluk bonyok gw dengan erat seakan gw sadar kalo gw adalah anak yang selama ini hilang.

dan di dalam mimpi itu tiba2 semennya somplak dan titit (baca: pisang) yang selama ini nempel di selangkangan gw jatuh berguling di atas lantai. dan dibawa pergi seekor anjing yang entah datang dari mana

gw bangun

dan meraba bagian itu gw (u know what)

dan sadar kalo gw masih bertitit

baca syahadat

gw pun semakin paranoid! apakah mimpi itu benar adanya? apakah bener pisang2 yang gw makan itu adalah sajen buat gw? apakah semua ini sudah diatur? apakah ladya cherryl akan pacaran dengan aming?

TIDAKKKK

di suatu sore pun gw duduk sambil merenung, ditemani suara burung gagak dan desiran angin yang membuat pohon palem melambai dengan berisik. dan jiwa ilmiah gw berpikir:

"kalo elo masih bingung dan pengen ngebuktiin kalo lu cowok tulen, dan kemaluan yang selama ini bertengger di pangkal paha atasan dikit itu terbuat dari pisang atau daging... maka hanya ada satu cara!!"

gue:"cara apakah itu hai jiwa scientific aldian salim?"

jiwa scientific aldian salim: "elo rebus aja tuh kemaluan, kalo dari pisang, warnanya bakal jadi coklat tua, kalo daging, warnanya bakal putih kek daging ayam mateng, ato coklat kayak daging sapi mateng"

gue akhirnya menghentikan pemikiran itu

*ini terjadi karena mungkin gw kebanyakan makan di indo! waspadalah! waspadalah!!

Tuesday, December 16, 2008

kembali bersama sugi

hahaha sebenernya ini just to inform pembaca setia goBLOG (YA!! GOBLOG masih ada, walopun gw kira2 belum post apaun since 347 hari 19 jam dan 27 menit dan 57,2 detik), bahwa blog kesayangan anda (baca: blog yang menurut kabar buung, yang terkena penyakit sampar, telah membantu anda ganti kolor karena kencing di celana, akan redaksi import ke fesbuk demi kenyamanan pembaca sekalian.

iyah!! akhirnya gw nambahin juga jumlah postingan gw! emang udah kangen juga sih pengen nulis sesuatu. tapi tau lah kehidupan di SMU sangat simpel dan sederhana:
-bangun, mandi (kalo sempet), brangkat sekolah, mendengarkan guru berceloteh (baca: maenan miniclip di kelas), meeting atau sangat terkenal dengan kerja kelompok, pulang, kentut, ngupil, sikat gigi(kalo inget), tidur dan bangun lagi. siklus gw beri nama siklus "ceboklah pake duren hai anak2 SMU!!"

tapi lama kelamaan toh gw harus mulai menikmati pengalaman tak ada duanya ini. salah satu yang bikin gw terkesan di smu adalah cara mereka memberi nama sebuah modul (mata pelajaran) dan salah satu modul yang gw ambil semester lalu adalah CAT (Computer as an Analysis Tool), bahasa indonesianya: Komputer sebagai alat analisa! benar2 sebuah nama yang menyeruak ke dalam sanubari dan hati nurani.

hal pertama yang gw pikir ketika ngedenger nama modul itu dari senior gw adalah mungkin komputer bisa dipakai untuk menganalisa hubungan antara kepribadian anda dengan ketidak simetrisan pantat anda, misalnya kalo anda pantatnya lebih gede yang kiri artinya anda punya kepribadian yang suka berbagi karena kalo duduk bersama, anda tinggal gunakan pantat anda yang kiri untuk menopang badan anda. sungguh sangat efektif kalo lagi duduk desek2an di angkot.

terus mau cerita apa yah? oh iya! kita cerita masalah kebiasaan aja deh ya. salah satu kebiasaan gw yang ilang di singapur itu adalah kebiasaan nonton TV. bayangin aja gw punya tipi di kamar gw, tapi ntah kenapa nonton tipi itu ga ada di siklus "ceboklah pake duren hai anak2 SMU!!" mungkin juga karena gw denger2 ntn tipi kebanyakan bisa menimbulkan wasir (kalo ntn tipi sambil nyodok2 pantat sih iya sug) tapi yang jelas gw sangat rindu ntn fear factor, salah satu reality show yang gw demenin.

nah tadi malem itu, gw makan di restoran padang, dan seperti babi yang udah 3 tahun nahan kentut, gw bablaskan napsu gw terhadap masakan padang autentik dengan memproses 2 buah kikil menjadi feses. nah saat makan kikil itulah entah mengapa gw jadi keinget sama fear factor (mungkin karena menurut beberapa bule, kikil itu agak menjijikan) dan emang sih kadang2 bisa kalian liat kalo ada perbedaan culture dimana makanan yang menurut suatu budaya enak bisa dianggap disgusting sama budaya yang laen. jadi dari awal gw sudah menanamkan pemikiran seperti: nanti jangan heran sug, kalo ntar pergi kemana gitu, terus dikasi makanan yang bahan dasarnya upil onta.

eniwei, gw hari ini baca koran, dan headlinenya sangat menarik: "BUSH DILEMPAR SEPATU" dalem hati gw ngakak juga sih katanya pelempar sepatu waktu melempar "ini untuk rakyat irak!" lalu "ini untuk janda2 dan anak2 di irak yang jadi korban pengeboman" gw pun tertegun.

terus apa hubungannya sama fear factor? (emang ga ada hubungannya lagi ahahahahaha) ngga sih, tapi tadi pas makan kikil itu gw mikir, mungkin ga sih fear factor gitu ada edisi spesial presiden gitu? since mereka juga ada edisi spesial dari actors, terus juga ada edisi spesial couple dan model dan waktu itu ada edisi spesial sesama peserta reality show. mungkin kalo ada edisi politisi, di tantangan yang makan2 hal yang menjijikan bisa didesign sperti: "di depan anda terdapat satu baskom pantat kebo di Irak yang menjadi korban pengeboman!" silahkan anda makan!! anda punya waktu 30 detik! mulai dari sekarang!! IYAKK!!

keknya bakal seru dan fear factor bakal berenti tayang

Friday, June 13, 2008

You are What you EAT!: when your mouth contradicts your tummy

Banyak yang bilang: ” you are what you eat” (padahal keknya yang bilang cuman gw). but I somewhat agree with the statement above. Kek misalnya kalo pipi lu tembem mungkin artinya lu suka makan bakpao (melirik ke angel), terus kalo lu orangnya suka tidur, ada kemungkinan lu suka kue bantal, kalo lu orangnya nempell terus ama pacar, mungkin lu suka makan cakwe. Bahkan memasukan beberapa mitos ke dalam makanan pun menjadi hal yang umum: seperti misalnya: banyak makan kue mangkok bisa menambah ukuran payudara (kalo makannya lima ember mungkin iya), girls, please do not try this at home…

Next, ngomong2 soal makanan, beberapa hari ini gw makan udah kek suku irian yang diterjang musim dingin selama 6 bulan (ingat pemirsa, di goBLOG ini hal apapun bisa terjadi, bahkan musim dingin di Irian (kalo dipikir2 mirip judul lagu snow in sahara juga ye)). Kisah bermulai ketika gw pengen nganterin si edbur ke Changi Airport. Uniknya satu-satunya cabang popeye di Singapore itu cuman di airportnya itu. Kontan aja gw tidak melepaskan kesempatan dengan menghajar 2 potong ayam goreng, kentang dan minum. Senyum puas terukir ketika pulang.

Pas sampe rumah, boss Andy William tilpun dan percakapannya gini kira2:

Aldian yang perutnya maju gara-gara menu popeye yang aduhai: Halo bos!
Andy William (disingkat AW): Eh dimane ente??!?

Aldian yang perutnya maju gara-gara menu popeye yang aduhai: lagi di rumah nih, idung lagi beler

AW: ke chomp chomp yuk (buat pemirsa di rumah, chomp chomp adalah tempat paling terkenal dan tepat jika anda ingin menyicipi seafood2 paling yahud di Singapore)

Aldian yang perutnya maju gara-gara menu popeye yang aduhai: sekarang?

AW: kaga… kemaren…
Aldian yang perutnya maju gara-gara menu popeye yang aduhai: wuadu idung lagi beler nih we…

AW: e..e…e… berani ya ente… awash!! Tak jadikan ganjelan pintu nanti pala ente… mau? Berani?

Karena udah mendengar titah, berangkatlah sugi untuk mengemban tugas mulia (baca: makan). Ga tanggung tanggung, seekor pari, 2 piring kerang, 10 tusuk sate, 1 iket kangkung, 4 gentong gula tebu lenyap dari muka bumi ini dengan ironis.

Penderitaan belum berakhir ketika sampe di rumah, gw inget masih ada roti prata bertengger di kulkas, menunggu untuk dijejali. Suara hati (baca: perut) udah berkata:

Sugi: wuah ni prata kalo ga dimakan sekarang bakal basi nih besok
Perut Sugi: janganboss…gila nih dalem perut udah sesek kek posko penampungan gempa bumi.. udah ga muat lagii

Sugi: ga bisa gitu men… motto gw itu ga boleh buang2 makanan
Perut sugi: ya elah boss, cuman beda sehari juga… paling juga jamurnya masih dikitttt.. tunggu besok aja ya bos ya…

Sugi: WUah kalo besok gw makan ya bakal sakir perut juga lah gara2 udah basi, jadi mendingan hajar sekarang ye (masuklah prata dan saos kari itu ke dalam mikrowev, dan perlahan2 masuk mulut gw)

Dan perut gw menjerit dengan jeritan perawan, namun tak seorang pun yang mendengar.

Dengan senyum kemenangan, gw pun mulai berencana bsok bakal ngapain aja. masalahnya itu anak2 udah pada pulang indo dan beberapa lagi sibuk sama acara sekolah gitu, alhasil tinggal tersisa andreas, konco gw yang paling yahud kalo di ajak buffet.
BUFFET?? Yeah itu dia akhirnya terlintas di kepala. Namun tiba2 ada suara hati yang berkata:

Sugi: makan buffet ga ye besok?

Mulut sugi: ayo boss hajar aja!! mau kapan lagi? Senen depan udah sekolah, ga mungkin sempet lagi

Sugi: hey perut sugi: masi kuat g aloe? Ada argumen atau penolakan ga loe?

Perut Sugi: (mulut berbusa, tak sadarkan diri)

Sugi: HAYOK DEH KITA BUFFET

Langsung gw telpon si cepawo (julukannya si andreas) dan proposal untuk makan buffet hari ini pun diepenuhi. Makan buffet dim sum di hotel Miramar!!

Di tengah buffet, gw mulai menyesal ga menuruti nasihat perut sugi yang sebenarnya baik dan paling mengerti gw… pas buffet gw sakit perut… dan memutuskan untuk buang air dulu… untung di hotel jadi wcnya baik bersih dan benar, dan disanalah gw megantar “sisa2” pari, kerang, roti prata untuk terakhir kalinya sebelum bermukim di septic tank hotel Miramar.

setelah proses penyucian diri (baca: membuang kotoran) gw pun siap tempur buffet lagi, tapi di tengah jalan, giliran cepawo yang ke wc, dan die lama banget ke wcnya sampe akhirnya gw sms: “Wo, jangan kabur loe! Masih ada sisa hakao nih jatah lu”
Lantas dia membalas: “Sug, mukegile loe, wc nya lu apain!! Jebol tuh wc gila!!, gara2 lu ga mesti cari wc laen yang lebih jorok dsb dsb.”

Kenyataan emang pahit, tapi lebih pahit lagi ketika kenyataan kita misterikan…
Apa yang terjadi di hotel Miramar adalah pure misteri dan hanya Tuhan yang tahu saudara2… hanya Tuhan yang tahu…
Tanyalah Kenapa…